-->

MGID

Iklan

PENDIDIKAN

GMPRI: Ucapan Ade Yasin Lukai Hati Jurnalis dan LSM di Kab.Bogor

Luky Jambak
Jumat, 18 Juni 2021, 13.38.00 WIB Last Updated 2021-06-18T06:39:18Z
masukkan script iklan disini


BOGOR, Ketua Departemen Media dan Informatika Dewan Pimpinan Agung (DPA) Gerakan Mahasiswa Pemuda Republik Indonesia (GMPRI), Feri menyayangkan perkataan seorang pejabat nomor 1 di Kabupaten Bogor (Ade Yasin) terhadap status “Wartawan Asli dan Wartawan Bodong “ yang ditayangkan di beberapa media atas aduan para Kepala Desa yang merasa risi terhadap keberadaan wartawan dan LSM yang selalu melakukan kontrol sosial di wilayahnya.


Perkataan tersebut disampaikan melalui rilis resmi Kabupaten Bogor. Dalam stagment nya, Bupati Bogor, Ade Yasin merasa geram terhadap LSM tidak jelas dan wartawan yang tidak memiliki identitas alias “Bodrek” yang selama ini mengganggu kinerja Kepala Desa dengan mencari-cari kesalahan. Ia meminta, jika ada oknum seperti itu segera adukan ke pihak Kepolisian. Hal tersebut dikatakannya kepada sejumlah Kepala Desa yang hadir pada kegiatan Rebo Keliling (Boling) di Club House PT. SBI, Kecamatan Klapanunggal, pada Rabu (16/6/21).


Di samping itu Bupati Bogor menunjukkan kepada Kepala Desa dirinya sedang membawa “Wartawan Asli” bukan Bodong.

"Saya bawa wartawan asli untuk meliput kegiatan Boling ini, biar mereka tahu kondisi di wilayah seperti apa. Nantinya yang merasa wartawan "Bodrek" kalau liat wartawan asli pasti minggir. Dengan begitu bisa mengikis keberadaan wartawan "Bodrek", sehingga lama kelamaan akan habis,” kata Ade Yasin yang di kutip dari rilis Diskominfo Kab.Bagor.

GMPRI mengatakan, perkataan tersebut tentunya melukai hati para wartawan lokal dan LSM yang berada di Kabupaten Bogor dan, dapat memecah belah persatuan wartawan sebagai kontrol sosial demi kemajuan Kabupaten Bogor.


"Menurut saya perkataan tersebut tidak etis dikatakan oleh Bupati, seharusnya para Kades ini melaporkan saja kepada pihak yang berwajib jika ada oknum yang mengancam dan mengganggu kinerja Desa,” ujar Feri.


Masalah pemerasan itu tergantung dari Kepala Desa menyikapinya. Kata Feri, jika Kades tidak salah mengapa takut dengan oknum yang mengatasnamakan wartawan dan LSM.


"Kenapa takut kalau ngak salah, justru jika ketakutan tersebut disebarluaskan di mata umum, dapat merusak nama baik Pemkab dan Pemdes di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.


Disisi lain, Bupati Bogor mengatakan, dirinya membawa wartawan asli, lantas wartawan yang tidak ikut dengan Bupati Bogor wartawan palsu atau bagaimana ?


"Ini yang saya sayangkan, seharusnya Bupati Bogor jangan mengatakan saya bawa wartawan asli, karena menurut saya wartawan di Kabupaten Bogor itu banyak dan tidak sepenuhnya mengikuti setiap kunjungan Bupati,” imbuhnya.


Untuk itu GMPRI mendesak Bupati Bogor, Ade Yasin untuk mengundang semua wartawan dan LSM di Kabupaten Bogor untuk memberikan klarifikasi atas perkataannya di media.


"Ya, kami sebagai pemuda mahasiswa sebagai penerus bangsa meminta Bupati Bogor, Ade Yasin mengklarifikasi dan meminta maaf kepada semua wartawan dan LSM di Kabupaten Bogor. Kalau bisa undang semua,” tegas Feri putra asli Kabupaten Bogor itu.


Feri menambahkan, jika hal demikian tidak dilakukan (mengundang dan mengklarifikasi) akan berdampak buruk bagi Bupati Bogor dimata wartawan dan LSM. Feri juga meminta kepada Pemda untuk merangkul semua wartawan yang ada di Kabupaten Bogor.


"Kami pantau di semua grup di Kabupaten Bogor, isinya amarah dan pertanyaan dari wartawan dan LSM atas stagment Bupati Bogor, Ade Yasin. Disisi lain Bupati Bogor harus memberikan solusi dan merangkul kepada semua wartawan, baik itu wartawan di media Nasional maupun media lokal, pungkasnya. (***)

Komentar

Tampilkan

Terkini