-->

MGID

Iklan

PENDIDIKAN

Wagub Habib Ismail Hadiri Peringatan Hari Otonomi Daerah XXV Melalui Konferensi Video

Redaksi
Senin, 26 April 2021, 22.13.00 WIB Last Updated 2021-04-26T15:13:43Z
masukkan script iklan disini


KALTENG - Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Tengah (Kalteng) Habib Ismail Bin Yahya menghadiri Puncak Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) XXV Tahun 2021 melalui konferensi video dari Aula Jayang Tingang, Lantai II Kantor Gubernur, Senin (26/4/2021).

Hadir mendampingi Wagub Habib Ismail dalam peringatan bertema “Bangun Semangat Kerja dan Tingkatkan Gotong Royong di Masa Pandemi Covid-19 untuk Masyarakat Sehat, Ekonomi Daerah Bangkit, dan Indonesia Maju” ini, antara lain Wakapolda Kalteng Brigjen Pol Ida Oetari, Kepala Staf Korem (Kasrem) 102/Pjg Kolonel Czi Wakhyono, Koordinator Bidang Intelijen Kejati Kalteng Ujang Sutisna, dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalteng Fahrizal Fitri.

Peringatan Hari OTDA yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden (Wapres) RI K.H. Ma’ruf Amin ini, antara lain dihadiri oleh Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) H. Muhammad Tito Karnavian, serta sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Madya Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Nasional Pengelola Perbatasan. Peringatan, antara lain dihadiri oleh sejumlah Pimpinan Lembaga Tinggi Negara dan Kepala Lembaga Non Kementerian, serta Gubernur, Bupati, Wali Kota, dan anggota Forkopimda se-Indonesia atau yang mewakili.

Mengawali sambutannya, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi kepada Kemendagri, para kepala daerah, perangkat daerah, penyelenggara Pilkada, dan masyarakat atas kontribusinya dalam pelaksanaan Pilkada pada tanggal 9 Desember 2020 di 270 daerah, dengan tingkat partisipasi 76,09%, yang secara keseluruhan berjalan aman, lancar, tertib, dan terkendali walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Keberhasilan tersebut menjadi satu bukti bahwa melalui kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang ketat, maka roda pemerintahan tetap berjalan dan produktif, sehingga Pilkada yang merupakan agenda utama pembangunan demokrasi dan mandat konstitusi tetap dapat dilaksanakan sesuai rencana,” ucap Wapres dalam sambutan pembukaan Peringatan Hari OTDA tahun ini.

Wapres menilai peringatan Hari OTDA saat ini merupakan momentum yang tepat untuk melihat kembali dinamika dan tantangan yang dihadapi pemerintahan daerah di masa yang akan datang.

“Pelaksanaan otonomi daerah yang berkualitas membutuhkan kepemimpinan adaptif, pemimpin yang mampu menghadapi berbagai situasi, cepat dan tepat dalam bertindak, berorientasi pada pemecahan masalah, dan selalu menyesuaikan dirinya dengan perubahan dan keadaan baru,” tegas Wapres Ma’ruf Amin.

Lebih lanjut, Wapres menyampaikan beberapa referensi indikator nasional dan internasional yang dapat dicermati untuk melihat kinerja perjalanan otonomi daerah dalam kurun waktu 25 tahun terakhir ini. Pertama, laporan Indeks Demokrasi Dunia yang dirilis The Economist Intelligence Unit (The EIU), dengan 5 indikator, yakni proses Pemilu dan pluralisme, fungsi dan kinerja pemerintah, partisipasi politik, budaya politik, serta kebebasan sipil pada tahun 2019 dan 2020, di mana Indonesia menduduki peringkat ke-64 dunia dengan skor 6,3. Posisi Indonesia di lingkungan Asia Tenggara berada di posisi 4 di bawah Malaysia, Timor Leste, dan Filipina.

Kedua, laporan Human Development Index (HDI) yang dirilis Program Pembangunan PBB, UNDP, dengan 3 indikator, yakni harapan hidup, pendidikan, dan perekonomian, di mana Indonesia pada tahun 2020 berada pada peringkat ke-107 dengan skor 71,8 atau tumbuh sekitar 0,03% dibandingkan dengan capaian tahun 2019. Posisi Indonesia ini masih di bawah Malaysia dan Thailand.

Ketiga, laporan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang dirilis Transparansi Internasional tahun 2020, di mana Indonesia berada pada peringkat ke-102 dengan skor 37, turun dari capaian tahun 2019 yang berada pada peringkat ke-85 dengan skor 40. Posisi Indonesia ini berada di bawah Singapura yang menduduki peringkat ke-3 dengan skor 85, Brunei di peringkat ke-35 dengan skor 60, dan Malaysia di peringkat ke-57 dengan skor 51.

Keempat, laporan Ease of Doing Business Index yang dirilis World Ba

(Ton)
Komentar

Tampilkan

Terkini