Iklan

PENDIDIKAN

Keberadaan Pembatas Beton Jl.Jendral Ahmad Yani Kemalaraja Mendapatkan Sorotan Dari Pengamat

Redaksi
Sabtu, 24 April 2021, Sabtu, April 24, 2021 WIB Last Updated 2021-04-24T13:32:51Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


SUMSEL - Penambahan jumlah kendaraan baik motor dan mobil semakin pesat sehingga banyak sekali menimbulkan problem kemacatan dijalan raya jika tidak didukung oleh pembangunan jalan raya itu sendiri, misalnya melebarkan ruas jalan yang ada, sehingga dengan adanya penambahan jumlah kendaraan baik motor dan mobil dapat diimbangi.

Seperti yang terjadi di kota Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU ) Propinsi Sumatera Selatan, dimana jalan yang seharusnya dilebarkan namun menjadi sempit, karena adanya pembangunan pembatas jalan yang dicor dan memiliki tinggi berkisar 50 Cm.

Hasil pantauan awak media disepanjang jalan Jenderal Ahmad Yani kelurahan kemalaraja kecamatan Baturaja timur, sering terjadi kemacetan, pengguna jalan selalu kesulitan saat berbalik bahkan bukan sekali saja kalau tembok pembatas jalan sering mengalami kecelakaan, ditabraknya tembok pembatas jalan baik dengan motor dan mobil.

Eko Sungkono Patra Pengamat politik dan pengiat organisasi di masyarakat yang pernah menjadi Anggota DPRD Kabupaten Oku saat disambangi awak media dikediamannya, pada Sabtu (24/04/2021) mengatakan,"Hasil kajian strategis lalu lintas, aspirasi pengguna jalan yang juga pernah disampaikan oleh anggota DPRD dan pengiat ekonomi micro menunjukkan orchestra nada yang sama, bahwa keberadaan shelter pembatas beton jalan yang berada di kota Baturaja terutama yang berada di jln Jendral Ahmad Yani kemalaraja yang menjadi 2 ways, efek dominonya sangat menggangu, membuat tidak nyaman bahkan sangat merugikan dari segi ekonomi,"terang Eko Sungkono

"Selain itu juga sering sering menimbulkan kemacetan, itu disebabkan jika ada mobil yang akan berbelok arah, karena pengemudi mengalami kesulitan saat membelok sehingga mobil dan motor harus sabar menunggu di belakangnya, tak jarang juga terjadi kecelakaan di malam hari kendaraan motor atau mobil menabrak tembok pas sekali ditengah pembatas jalan, ini disebabkan karena minimnya lampu penerangan jalan,"ujar Eko Sungkono

"Kita apresiasikan niat baik pemerintah, namun melihat kualitas dan lebar jalan yang belum memadai, ada baiknya jika dimulai dengan penataan trotoar yang bagus dan kalau memang harus dipasang shelter mungkin rubber shelter jadi pilihan yang bijak, untuk itu saya selaku masyarakat dalam hal ini sebagai pemerhati keadaan kota Baturaja berharap kenang kenangan indah dari Plh Bupati Oku Drs H Edward Candra MH untuk mereview keberadaan bangunan beton panjang pembatas jalan mirip ular yang jauh dari nilai estetika,"pungkas Eko Sungkono

Abdul (42) yang sehari harinya bekerja sebagai tukang ojek saat dimintai komentarnya tentang keberadaan tembok pembatas pemisah jalan mengatakan,"dengan adanya tembok pembatas jalan di jalan Jenderal Ahmad Yani kemalaraja, jelas membuat ketidak nyamanan dan sangat tidak praktis, misalnya kita dari pasar baru ke simpang suska harus memutar jauh jika menuju ke arah Ramayana, selain memakan bahan bakar juga memakan waktu, untuk kami orang kecil jelas sangat merugikan,"tutur Abdul

(Toni)
Komentar

Tampilkan

Terkini