Iklan

PENDIDIKAN

Aktivitas Pedagang Kaki Lima Masih Terjadi, Pedagang Pasar Atas: Kalau Ingin Ditertibkan Jangan Hanya Sehari, Tapi Rutin

Redaksi
Kamis, 22 April 2021, Kamis, April 22, 2021 WIB Last Updated 2021-04-22T12:04:41Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


SUMSEL - Adanya aktifitas keberadaan para pedagang yang berjualan baik dibahu jalan atau kaki lima bahkan ditengah jalan sehingga membuat semerawut dan menganggu para pengguna jalan lainnya, pedagang dadakan tersebut berjualan persis didepan tugu batu Pasar atas Kota Baturaja kecamatan Baturaja timur Kabupaten Ogan Komering Ulu ( OKU) Sumatera Selatan, selain kota menjadi semerawut disamping itu juga sangat merugikan para pedagang yang berada di kios kios, mereka mengaku merasa dirugikan karena membuat sepi pembeli, pembeli enggan naik ke lantai atas atau kedalam pasar.

Penertiban telah dilakukan namun kini keberadaan mereka masih kembali seperti semula, dengan membawa mobil mereka mengelar dagangannya kembali sehingga membuahkan hasil yang diharapkan.

Rus (47) pedagang pasar yang berada di kios atas Pasar sayur saat berbincang bincang langsung dengan awak media Portaltujuh.net mengatakan,"percuma saja ada penertiban dan pengusiran oleh petugas Satpol PP kalau cuma sehari saja, karena buktinya para pedagang kembali berjualan dengan bebas dibawah, kami disini sangat merasa rugikan, kalau tidak sekalian saja dibebaskan kami yang berdagang dikios pasar atas ini, kalau seperti itu kami juga ingin berdagang turun dijalan ' ujar Rus dengan nada kesal

"Seharusnya kalau ingin ditertibkan jangan tanggung tanggung, jangan cuma sehari hari, tapi lakukan dengan rutin selama seminggu, tunggulah mereka dari jam 02.00 Wib sampai Pukul 06.00 wib pagi, kami rasa mereka takut, kalau dibiarkan terus menerus kami yang berjualan diatas dengan tertib merasa ditertib merasa dirugikan, ini saja sudah jam 06.00 wib, saya baru dapat uang 8.000 karena sepinya pembeli yang naik ke kios atas, apalagi kami kios diatas harus membayar uang listrik, Restribusi setiap hari, seharusnya keberadaan kami ini juga dipikirkan, boleh berdagang tapi bukan cara merugikan kami kami para pedagang yang menempati kios kios di atas' pungkas Rus

Hal senadapun disampaikan para pedagang kepada awak media diantaranya Lis (46 ), Sri (48), Leni (42), dan Yani ( 38) semua menyampaikan kekecewaan atas kurang tegas petugas dalam hal penertiban, mereka berharap semoga jalan bukan dipakai untuk berdagang, kalau mereka memang mereka ingin berdagang naik keatas seperti kami ini, jangan menggangu ketertiban umum dan menggangu pengguna jalan, jelas membuat kesemerawutan suasana kota' ujar Lis mewakili para pedagang lainnya

(Toni kurtis)
Komentar

Tampilkan

Terkini