-->

MGID

Iklan

PENDIDIKAN

Polresta Bogor Kota Musnahkan Ratusan Knalpot Bising

Redaksi
Selasa, 16 Maret 2021, 20.17.00 WIB Last Updated 2021-03-16T13:17:31Z
masukkan script iklan disini

Foto: Portaltujuh.net/Red

BOGOR KOTA- Polresta Bogor menggelar konferensi pers atas operasi penindakan pelanggaran knalpot bising sejak tanggal 8 Maret 2021. Turut hadir wakil walikota Bogor, Danrem 061/Surya Kencana, Dandim 0606 Kota Bogor. Penindakan ini dilakukan dengan menyita 363 knalpot bising.

Penindakan ini dilakukan mengingat knalpot bising mengganggu kenyamanan warga, keselamatan, serta knalpot bising salahsatu pemicu terjadinya tawuran. Hal ini disampaikan Kombes Pol Susatyo Purnomo “Knalpot bising tidak hanya menyangkut dimensi keselamatan. Tetapi juga knalpot bising itu bisa menjadi awal dari gangguan Kamtibmas lainnya,seperti kejadian tawuran ataupun lainnnya itu diawali dari knalpot bising. Untuk itu, hari ini kami semuanya dari Muspida Kota Bogor menyampaikan kepada semua masyarakat himbauan agar tidak lagi menggunakan knalpot bising dan kami akan melakukan tindakan tegas bagi siapapun yang menggunakan knalpot bising sesuai dengan ketentuan.”


Penindakan pun dilakukan dengan menghacurkan ratusan knalpot yang disita. Serta sanksi untuk pengendara sesuai dengan UU No 22 tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda sebesar 250.000 rupiah.

Kasat Lantas Polresta Bogor Kompol Andriyanto juga menyampaikan akan terus dilakukan penindakan “Bukan hanya sampai disini, tentunya ini terus kita laksanakan secara berkesinambungan. Terus kita akan tindak yang menggunakan knalpot-knalpot bising khususnya yang masuk Kota Bogor. Kita tidak tebang pilih, baik kendaraan-kendaraan yang masuk dari luar kota Bogor,semua akan kita tindak”.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan harapannya kepada masyarakat Kota Bogor “Mudah-mudahan nanti masyarakat secara sukarela apabila sudah diberlakukannya langkah-langkah ini tentu harus menyesuaikan, mengikuti. Artinya bagi mereka yang ingin melaksanakan kegiatan rutin tetapi kendaraan mereka sudah dilakukan modifikasi maka kewajibannya adalah mengembalikan posisi modifikasinya menjadi standar kembali sehingga sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku”

Jurnalis: Yaya Elia
Editor: Red


Komentar

Tampilkan

Terkini