Iklan

PENDIDIKAN

Miris ! Pemakaman Almarhum Warga Desa Lulut Diduga Ditolak Kadus dan Rt Karena di Anggap Bukan Warganya

Redaksi
Selasa, 09 Maret 2021, Selasa, Maret 09, 2021 WIB Last Updated 2021-03-09T03:09:05Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Rumah Almarhum Empi Hanapi,Foto: Zak

BOGOR - salah seorang warga Desa Lulut Kecamatan Kelapa Nunggal Kabupaten Bogor Empi Hanapi bin Nabawi (50) yang bekerja sebagai kuli bangunan. Empi Hanapi mempunyai dua orang anak yang masih duduk di bangku sekolah, yang pertama M.Riza menempuh pendidikan di kelas dua MTS, sementara Panisa Asari masih duduk di kelas 4 SD. kini di tinggal oleh Almarhum, Kamis 4 maret, 2021 Pukul 14:15 Wib

Almarhum meninggal karena penyakitnya sejak lama yaitu Struk, dan semenjak sakit almarhum tidak berkerja, sehingga kebutuhan sehari-hari dan biaya pengobatan di perhatikan oleh pihak keluarga.

Almarhum Empi Hadapi sebelum meninggal berpesan kepada pihak keluarga agar dirinya di makamkan berdekatan dengan pemakaman keluarga.

Namun sangat miris yang di alamai pihak keluarga, karena almarhum diduga di tolak oleh Kadus dan Rt setempat untuk di makamkan di pemakaman umum warganya karena KTP almarhum bukan warga Desa Lulut.

Sehingga pihak keluarga mengambil keputusan untuk di makamkan sesuai indentitas almarhum Karang Asem Timur Citeureup.  

Berdasarkan hasil konfirmasi kepada Desa lulut Udin menjelaskan,"Memang di sini dari dulu peraturannya seperti itu, kalau identitasnya belum pindah, Kadang-kadang di suruh di makamkan sesuai dengan indentitasnya.

"Adapun almarhum sudah punya rumah di wilayah Desa lulut, dan sudah satu tahun, hanya tempat tinggal saja dan numpang tidur doang, tapi legalitasnya, masih warga Citetereup. 

"Kayak contoh kemaren Pilkades dia masih stap khususnya Desa Citetereup, jelas kades, padahal sudah di kasih tau semaksimal mungkin bahwa 6 bulan sudah tinggal berdomisili, umpama di Desa orang, kita harus mengajukan Domisili di sini, akan tetapi pernah di suruh pak RT, akan tetapi dia gak mau kalau keluarga abang "nya udah cuma dia sendiri yang susah kata pak rt ke pak kades Udin, emang dia tinggal di Desa lulut tapi status di buku induknya masih di Citetereup, masih ada wewenang Pemerintahan setempat tetap memantau, tadi juga keluarganya, dan pemerintahan Citetereup membenarkan terang kades lulut.

Selanjutnyanya kepala desa lulut bapak Udin menurutnya itu sipatnya miskomunikasi saja karna legalitas almarhum belum di pindah, ke Desa lulut, malah kades mendata warga nya yang lansia, Di rekam yang belum ada KTP elektronik, Dan langsung di Berangkat kan pakai kendaraan mobil siaga Desa, karna yang lansia rentan sakit Di Masa COVID-19. Jelas kades. 

Jurnalis: Zak
Editor: Red






Komentar

Tampilkan

Terkini