Iklan

PENDIDIKAN

Ketua BPC GMKI Tambolaka Sikapi Bom Bunuh Diri di sekitar Gereja Katedral

Redaksi
Senin, 29 Maret 2021, Senin, Maret 29, 2021 WIB Last Updated 2021-03-29T02:49:08Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Tambolaka - Badan Pengurus Cabang (BPC) Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Tambolaka menyikapi Kasus Bom Bunuh Diri yang terjadi di sekitar Gereja Katedral Makassar, pada Minggu (28/03/2021).

BPC melalui Ketua GMKI Tambolaka, Ishak Charles Umbu Mimira kepada media ini menyampaikan bahwa Kasus Bom Diri yang terjadi di sekitar Gereja Katedral Makassar merupakan perbuatan yang tidak manusiawi. Oleh karena itu dirinya berharap agar pihak terkait harus cepat tangani persoalan ini sehingga tidak menjadi embrio atau memberikan dampak bagi daerah lain di Indonesia.

"Kami berharap supaya hal-hal seperti ini menjadi catatan kita bersama, yang walaupun tindakan teror itu tidak lagi dilakukan, namun kita harus selalu waspada karena kapan saja tindakan teror itu bisa terjadi lagi", ujar Ketua GMKI Ishak Carles

Entah itu siapa pelakunya, tujuannya apa, dan maksudnya apa, lanjut Ishak Carles, itu adalah tindakan biadap yang harus kita lawan secara bersama-sama.

"Oleh karena itu, kami berharap agar semua warga khususnya umat-umat Nasrani yang berada diberbagai macam wilayah di seluruh Indonesia agar tidak terprovokasi dengan isu ini. Karena kita harus sepakat secara bersama-sama bahwa persoalan teror bom yang terjadi di Kota Makassar tidak ada kaitannya dengan isu Agama atau lain sebagainya", tegas Ishak Carles.

Menurut Ketua GMKI Tambolaka, itu menjadi catatan penting secara bersama-sama sehingga tidak berdampak atau tidak berpengaruhi stabilitas keamanan di wliayah-wilayah lain di Indonesia.

Sementara itu, Pdt. Arianto Bili, S. Th kepada media ini menyampaikan turut berduka cita yang mendalam atas kejadian itu.

"Saya mengucapakan duka cita yang mendalam kepada korban atas kejadian di sekitar Gereja Katedral Makassar, serta turut prihatin kejadian itu", ungkap Pdt GKS Kererobbo itu.

Melalui kesempatan ini Pdt Arianto Bili mengajak seluruh umat manusia agar selalu waspada serta selalu memaafkan satu dengan yang lain. Pasalnya kejadian-kejadian seperti itu bukan baru kali ini terjadi di Tanah Air. Sehingga dirinya juga berharap agar masyarakat seluruh Indonesia tidak mudah terprovokasi.

Jurnalis: Ferdi Ghoghi
Editor: Red
Komentar

Tampilkan

Terkini