Iklan

PENDIDIKAN

HIMPIPA STKIP Weetebula Gelar Workshop dan Pengelolaan Sampah Plastik, Ini Manfaatnya !

Redaksi
Senin, 22 Februari 2021, Senin, Februari 22, 2021 WIB Last Updated 2021-02-21T19:38:06Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


TAMBOLAKA - Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (HIMPIPA) Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Weetebula laksanakan workshop sekaligus pengelolaan sampah plastik di Lopo STKIP Weetebula, Jln. Mananga Aba, Desa Karuni, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), pada sabtu (20/20/2021).

Kegiatan yang dilaksanakan merupakan bagian dari kegiatan penilitian dosen tentang masalah plastic dan pencegahannya dengan metode ecobrick yang dikoordinasi langsung oleh Ketua STKIP Weetebula, Wilhelmus Yape Kii, S.Pt, M.Phil. Diikuti oleh 50 peserta yang terbagi dalam 5 kelompok, dikoordinir oleh Carola dan Jhois, di buka dengan pemaparan materi workshop dari tim kampus bersehati (LP2) tentang plastik dan dampaknya bagi lingkungan, selama kurang lebih 20 menit. Kemudian dilanjutkan dengan pengolahan sampah plastic dengan teknik ecobrick oleh masing-masing kelompok.

Dalam sambutan Ketua STKIP Weetebula, Wilhelmus Yape Kii mengatakan bahwa tujuan dari kegiatan tersebut adalah mengurangi sampah plastic dan mengasah kreativitas mahasiswa IPA.

Ketua Program Studi, Geterudis Kerans, S.Pd, M.Sc yang juga hadir dalam kegiatan tersebut berharap mahasiswa program studi IPA tetap menjaga kekompakan dan kerja sama yang baik dalam tim.

Ketua HIMPIPA, Marianti Takanjanji mengatakan kegiatan pelatihan sekaligus pengolohan sampah plastik menjadi kerajinan tangan menarik dan bernilai cukup tinggi.

“Kegiatan ini adalah kegiatan lanjutan dari kegiatan baksos minggu lalu yang sudah dilakukan di pantai Mananga Aba, plastik yang sudah dikumpulkan dan dipilah dalam kegiatan baksos minggu lalu itu yang dipakai dalam kegiatan hari ini”, kata Marianti.

Kerajinan tangan yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut berupa kursi, meja, pot bunga, tong sampah dan pohon natal yang keseluruhan bahan utamanya adalah botol plastik dan beberapa bahan pendukung lainnya. 

“Rencananya kerajinan-kerajinan tersebut akan di pamerkan dan akan dijual jika ada yang berminat”, ungkap Marianti.

Jurnalis: Tena Jr
Editor: Red
Komentar

Tampilkan

Terkini