Iklan

PENDIDIKAN

Camat Pagaden Barat Ungkap Ketidakjelasan Status Obyek Pajak 32 Perusahaan Kandang Ayam, Asmita: Datanya Misterius

Redaksi
Jumat, 05 Februari 2021, Jumat, Februari 05, 2021 WIB Last Updated 2021-02-05T15:49:52Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini


Subang–Camat Pagaden Barat Hj Asmita angkat bicara menanggapi persoalan alih status obyek pajak puluhan perusahaan kandang ayam di Kecamatan Pagaden Barat, dari obyek pajak berupa lahan sawah menjadi perusahaan.

Saat di hubungi Via Tlp Camat Pagaden Barat Asmita Kepada Portaltujuh, Jum’at (5/2/2021), mengaku sudah memerintahkan Kasi Trantib Pol PP Kecamatan Pagaden Barat H Indra untuk mendata status obyek pajak dari 32 perusahaan kandang ayam.

“Saya memang sudah perintahkan pak MP ngedatanya tapi melalui desa, maksudnya agar tahu kandang mana yang masih ditagih (pajaknya) sebagai sawah dan kandang mana yang sudah ditagih menjadi kandang ayam (perusahaan) atau sudah beralihfungsi (dari obyek pajak sawah atau kebun ke obyek perusahaan),” ujar Hj Asmita.

Namun, ungkap dia, hingga kini pihak pemerintah kecamatan masih belum dapat mengetahui pasti kandang-kandang ayam mana saja yang bayar pajaknya masih pakai obyek sawah atau yang sudah merubahnya jadi obyek perusahaan, karena datanya belum.

“Kita juga belum bisa memastikan siapa-siapanya, karena datanya juga belum jelas,” ucap mantan Camat Sukasari ini.

Hal senada diungkap Kasi Trantib Pol PP Kecamatan Pagaden Barat, H Indra bahwa data-data soal pajak 32 perusahaan kandang ayam tidak dimilikinya.

“Soal itu kita juga belum tahu karena penagihan (pajak kandang ayam) masih lewat desa. Adapun kalau pengalihan status pajak, itu Bapenda kewenangannya, kita tidak bisa melihat, jadi kita tidak punya data,” imbuhnya.

Namun pihaknya sudah mendorong pihak terkait agar segera merubah status obyek pajaknya dari tanah sawah menjadi perusahaan.

“Kita hanya bisa mendorong ke tingkat desa untuk segera melaporkan ke pihak pengusaha kandang agar merobah status (pajak) dari sawah ke kandang,” pungkas Indra.

Jurnalis: Ahmad
Editor: Redaksi

Komentar

Tampilkan

Terkini