-->

MGID

Iklan

PENDIDIKAN

Agen Diwilayah Kecamatan Tenjolaya Angkat Bicara

Redaksi
Minggu, 14 Februari 2021, 18.33.00 WIB Last Updated 2021-02-14T11:51:45Z
masukkan script iklan disini


BOGOR - Agen Diwilayah Kecamatan Tenjolaya Angkat Bicara, terkait Tingginya Harga Jual Supplier hingga transparansi alokasi sisa anggaran, itu "Mendjolimi KPM", itu kata nya

Masalahnya harga dasar kebutuhan pokok dan pelengkap lainya semua Masyarakat kini sudah faham, sehigga kalau di kalkulaiskan dari jumlah kebutuhan Pokok Keluarga Penerima Manfaat"KPM"sesuai yang di tuangkan dalam Pedoman Umum "PEDUM", seperti 1.Beras (kebutuhan pokok),
2.tahutempe( vitamin Nabati),
3.buah (sumber vitamin)
4.sayuran,(sumber vitamin)
5.telur (Protein Hewani),harga yang di berikan oleh supplier yang tidak rasional itu riskan Buat agen atau e-warung, apalagi saat ini masyarakat dapat dengan mudah mengakses link-link informasi harga dasar baha pokok di link resmi milik pemerintah".ungkapan salah satu sumber.

Selain itu Kegaduhan mencuat kuat Dugaan, lantaran dipicu adanya kemunculan ketua paguyuban agen baru yang menurut sumber kemunculan nya tampa dipilih oleh para agen Melikan ditunjuk oleh Kepala Desa, "dia meyatkan diri secara langsung sebagai ketua paguyuban yang katanya ditunjuk oleh semua kepala Desa, tidak di pilih oleh kami (Agen),Namaun bukti penunjukan tersebut omong kosong belaka ".katanya,

lanjutnya "sehingga agen lama memiliki Dugaan, ada tangan penguasa ikut mencampuri,mebackup dan ingin ikut berperanan di program ini namun main di belakang layar",
Tambah nya, "Keyakina kami (agen)sangat mendasar, setelah ada 2 agen yang di bekukan,tidak boleh melayani transaksi nasabah program BPNT oleh Pihak Desa dan merekomendasikan berdirinya agen baru".
Lanjutnya,"padahal yang bisa mencabut adalah Himbara,karena kami adalah nasabah dari bank tersebut.

Saat tim investigasi ijin melalui whastApp hendak mengkompirasi secara langsung kelokasi, yang bersangkutan merespon baik dengan jawaban terbuka, namum bersangkutan menyarankan, agar segala urusan pekerjaan sebaik nya di diskusikan atau dilakukan di Kantor suatu Desa di Kecamatan Tenjolaya "kalau menyangkut kerjaan tiasa mah di Desa Weh pak (kalu bisa mah di desa ajah pak) " jawab nya
Rupanya bersangkutan selain memiliki usaha sebagai agen/E-warung dan supplier saat itu, juga bekerja di Desa tersebut sebagai Sekdes.

Kemungkinan dirinya enggan urusan pekerjaan mengganggu saat waktu luang nya bersama keluarga tergaggu, Lantara istri bersangkutan sering memprotes hal itu di sampakan nya "istri suka protes"pungkas nya

Sumber: Pokja Bagbar
Editor: Redaksi
Komentar

Tampilkan

Terkini