Iklan

PENDIDIKAN

Pasien Covid 19 Sumba Timur Meninggal Dunia, Ini Klarifikasinya !

Redaksi
Rabu, 13 Januari 2021, Rabu, Januari 13, 2021 WIB Last Updated 2021-01-13T09:50:33Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Foto: Portaltujuh.net/Tena
WAINGAPU - Klarifikasi terkait pemakaman pasien Covid 19 yang meninggal dunia beberapa hari lalu, yang hadiri kurang lebih 30 orang. Bertempat di Ruang Aula Setda Sumba Timur, Jln.Suharto, No.42, Kelurahan Matawai, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten SumbaTimur, pada Rabu (13/01/2021) pkl 09.37 WITA.

Menyikapai hal tersebut pihak keluarga pasien positif covid 19 yang meninggal dunia, melantunkan beberapa pertanyaan kepada pihak Satgas Covid 19 Kabupaten Sumba Timur. Beberapa pertanyaan diantaranya adalah:

1. Pihak keluarga Menanyakan kepada pihak Satgas Covid Sumba Timur tentang kejelasan terkait meninggalnya Bapak Yohanis Piro Mete yang di hubungkan dengan terinveksi Covid 19.
2. Berapa lama seseorang di nyatakan positif Covid 19 sampai keluar hasil.
3. Setelah Almarhum di nyatakan positif dan meninggal apakah masyarakat setempat akan di laksanakan pemeriksaan.
4. Kapan kiranya jasad almarhum di pindahkan ke Kodi ( Kampung besar ) Sumba Barat Daya akan di laksanakan penguburan secara adat.

menaggapi sikap keluarga korban covid 19 pihak Direktur RSUD Sumba Timur menjawab bahwa:

1. Almarhum adalah pasien tetap RSUD ST, dalam rangka mencuci darah seminggu 2 kali cuci darah dan sudah berlangsung selama 6 bulan.
2. Dalam pemeriksaan terakhir Almarhum mengalami radang paru paru, dan setelah di lakukan pemeriksaan melalui tes cepat almarhum di nyatakan positif Covid 19, melalui protap yang ada sesuai standar kesehatan.
3. Almarhum terinfeksi Covid 19 karena daya tahan tubuh ( Anti body) dari almarhum yg sudah sangat menurun.
4. Kenapa Almarhum tidak diberikan kepada keluarga untuk melakukan pemakaman secara adat karena penyakit ini adalah penyakit menular dan sesuai standar Protokol Kesehatan mayat yang meninggal Covid 19 batas paling lama adalah 4 jam harus sudah di kuburkan sesuai aturan yang ada.
5. Sampai saat ini belum ada aturan yg mengatur terkait mayat yang sudah di kuburkan oleh petugas Covid 19 untuk di pindakan ke pemakaman umum atau keluarga
6. Keluarga yang mendampingi atau kontak selama 2 Minggu sebelum meninggal sudah di lakukan pemeriksaan sesuai standar Protkes yang ada.
7. Sampai saat ini tidak benar kalau pihak kesehatan/ Rumah sakit sembarangan mengCovidkan orang.

Dandim 1601/ST Letkol Czi Dr. Dwijoko Siswanto ,SE.M.I.Pol selaku Wakil ketua Satgas Covid 19 ST menyampaikan bahwa "Satgas mengambil keputusan tidak serta merta mengeluarkan keputusan, dan keputusan yang dikeluarkan sudah melalui prosedur yang berlaku", ungkapnya

Lanjutnya, "Terkait Covid 19, yang sangat berpengaruh adalah penyakit penyerta lainnya seperti asma/ sesak napas, batuk, ginjal dan lainnya", katanya
Selain itu Dandim juga mengatakan apa yang sudah disampaikan oleh pihak RSUD ST sudah sesuai prosedur.
"Apa yang di jelaskan oleh Direktur RSUD ST sudah sesuai aturan yang ada dan permasalahan ini tidak hanya terjadi di Sumba Timur tetapi hal serupa terjadi di seluruh Indonesia bahkan Dunia", kata Dandim

Adapaun hasil keputusan rapat pihak keluraga menerima dan memahami pemaparan dari Direktur RSUD ST dan tidak akan menuntut secara hukum kepada Tim Covid 19 Sumba Timur.
Turut hadir dalam pemakaman Yohanis Piro Mete diantaranya, Setda ST, Dandim 1601/ST, Kapolres ST, Derektur RSUD, Kadis Dinkes ST, Kadis Sosial ST, Asisten Setda ST,Pihak keluarga Korban Covid 19  Kodi Sumba Barat  Daya (SBD) beserta Juru Bicara keluarga.


Jurnalis: Tena Jr.
Editor: Redaksi
Komentar

Tampilkan

Terkini