Iklan

PENDIDIKAN

Realitas Pendidikan di Masa Pandemi

Redaksi
Jumat, 04 Desember 2020, Jumat, Desember 04, 2020 WIB Last Updated 2020-12-04T03:48:09Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Krismawan Noor


BOGOR- Pendidikan merupakan hal esensial yang sedang ramai-ramai nya diperdebatkan. Kritik-kritik pun mencuat tentang bagaimana efektifitas kebijakan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jumat (05/12/2020)

Krismawan Noor seorang aktivis mahasiswa berpendapat “ Tentu saja pandemi ini sangat berdampak kepada berbagai macam sektor mulai dari ekonomi, kesehatan, dan juga pendidikan, terkhusus di sektor pendidikan bagaimana seperti kita ketahui ketika pandemi pembelajaran dilakukan secara daring atau online. Tentu saja metode pembelajaran seperti ini mempunyai plus dan minus, plusnya mahasiswa dan pelajar bisa memanfaatkan kemajuan teknologi, tetapi masih banyak wilayah di Indonesia yang masih belum terjangkau internet bahkan juga listrik.”

Krismawan menambahkan “Ini harus dipikirkan bagaimana kawan-kawan kita di daerah sana bisa mengakses pembelajaran online tersebut, sedangkan di daerah mereka saja internet belum masuk bahkan juga listrik. Dan juga pemerintah melalui kementerian pendidikan hanya memberikan kuota untuk pembelajaran ini, apakah ini cukup tentu menurut saya tidak. Dan seperti kita ketahui banyak gelombang mahasiswa yang melakukan aksi unjuk rasa untuk meringankan biaya kuliah mereka hal tersebut dilakukan untuk meringankan beban keluarga mereka yang pada saat pandemi seperti sekarang buat makan sehari-hari saja sulit apalagi untuk membayar biaya kuliah. Dan masih banyak kampus yang tidak memberikan keringanan untuk mahasiswa dimasa pandemi seperti sekarang malahan banyak juga ketika kawan-kawan mahasiswa yang melakukan aksi untuk menuntut hak nya sebagai mahasiswa malah dijatuhi sanksi skorsing bahkan juga di drop out padahal mereka hanya menuntut kampus untuk meringankan setidaknya memberikan potongan ukt 50% tentu hal ini sangat lucu terjadi di negara yang katanya demokrasi. Pemerintah melalui kementerian pendidikan pun tidak bisa melakukan apa-apa hanya memberikan kuota, sekali lagi apakah itu cukup? Mahasiswa yang seharusnya menjadi solusi atau mempunyai gagasan tentang penanganan covid-19 di indonesia ini malah harus dipusingkan dengan biaya kuliah apalagi dimasa pandemi seperti sekarang.”

“Pemerintah haruslah berimplentasikan kepada UUD 1945 yakni harus bisa menjamin kesejahteraan umum dan juga mencerdaskan kehidupan bangsa, bagaimana bisa mencerdaskan kehidupan bangsa ditengah biaya pendidikan yang makin hari makin mahal saja.” Terangnya kepada jurnalis portaltujuh.net


Jurnalis: Rey Risky .S
Editor: Redaksi
Komentar

Tampilkan

Terkini