-->

MGID

Iklan

PENDIDIKAN

Gerakan Nasional Revolusi Mental Sumba Barat Daya Resmi di Buka

Redaksi
Kamis, 17 Desember 2020, 07.55.00 WIB Last Updated 2020-12-17T00:55:43Z
masukkan script iklan disini

Marthen Christian Taka, Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya Buka Kegiatan GNRM
(Foto:portaltujuh.net/Ferdy)
TAMBOLAKA - Kemenko Bidang PMK dan Kemendagri gelar Kegiatan "Pembentukan Gugus Tugas Daerah Gerakan Nasional Revolusi Mental"(GRMN) Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (16/12/2020) di Aula Hotel Sinar Tambolaka resmi di buka oleh Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S. IP yang disaksikan oleh Dandim 1629 SBD, Polres SBD, serta para peserta undangan.

Dalam sambutan Wakil Bupati Sumba Barat Daya, Marthen Christian Taka, S. IP mengatakan revolusi mental merupakan suatu gerakan untuk mengubah cara pandang, cara berpikir, sikap dan berperilaku manusia dari berbagai aspek kehidupan secara universal, hal ini dalam konteks ekomoni, berkepribadian hidup sehat dan kebudayaan.

Charistian Taka menyebut Revolusi mental ini selanjutnya digaungkan kembali pada tahun 2018 oleh Presiden RI, Joko Widodo yang menyeruhkan untuk menjadi sebuah Gerakan Nasional Revolusi Mental dengan tujuan untuk mengubah kebiasaan lama yang tidak produktif, yang kemudian masuk pada kebiasaan yang beraturan dan berproduktif,supaya bisa membangun indonesia dari pinggir.

Dikatakan Christian Taka, "keberhasilan gerakan nasional revolusi mental tidak semudah membalikan telapak tangan, ia menyebut harus memerlukan mekanisme yang matang yang melibatkan seluruh komponen masyarakat, sehingga apa yang menjadi harapan dapat tercapai", ungkapnya

Lebih lanjut Christian Taka menyebut lima program besar GNRM yang dikategorikan, yaitu pertama Gerakan SBD, kedua Gerakan SBD Bersih, ketiga Gerakan SBD tertib, keempat Gerakan SBD Mandiri, kelima SBD Bersatu. 

"dalam rangka menyukseskan lima GNRM sangat diharapkan kekuatan pendukung yang nyata dalam suatu Gugus Tugas aksi bersama pemerintah, kelompok masyarakat, dunia usaha, akademisi dan elemen masyrakat lain di tingkat kabupaten, bahkan kecamatan, hingga ketingkat desa" katanya

Christian Taka juga meminta para peserta yang mengikuti kegiatan GNRM ini agar menjadi pelor revolusi mental untuk mengubah cara berpikir, cara berperilaku sehingga bisa memperkuat kedaulatan, meningkatkan daya saing, agar mendukung visi kami membangun tujuh jembatan emas.

Jurnalis: Ferdy Ghoghi
Editor: Redaksi
Komentar

Tampilkan

Terkini