-->

MGID

Iklan

PENDIDIKAN

Emas Tergelincir Saat Dolar Menguat dan Investor Menunggu Stimulus

Redaksi
Minggu, 20 Desember 2020, 23.16.00 WIB Last Updated 2020-12-20T16:25:58Z
masukkan script iklan disini

Istimewa
CHICAGO - Harga emas tergelincir pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena aksi ambil untung setelah mencatat kenaikan selama tiga hari berturut-turut, saat rebound dolar AS mengimbangi dukungan dari harapan paket stimulus fiskal Amerika Serikat. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di divisi COMEX New York Exchange, turun 1,5 dolar AS atau 0,08 persen menjadi ditutup pada 1.888,90 dolar AS per ounce. Sehari sebelumnya, Kamis (17/12/2020), emas berjangka melambung 31,3 dolar AS atau 1,68 persen menjadi .890,40 dolar AS.

Emas berjangka juga naik 3,8 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.859,10 dolar AS pada Rabu (16/12/2020), setelah melonjak 23,2 dolar AS atau 1,27 persen menjadi 1.855,30 dolar AS pada Selasa (15/12/2020), dan jatuh 11,5 dolar AS atau 0,62 persen menjadi 1.832,10 dolar AS pada Senin (14/12/2020).

Dengan infeksi virus corona yang kembali ke rekor tertinggi baru di seluruh Amerika Serikat, tekanan meningkat pada anggota parlemen untuk memberikan lebih banyak bantuan pada tenggat waktu Jumat (18/12/2020).

"Emas telah melekat sepenuhnya pada negosiasi paket stimulus. ... Pasar akan reli jika ada momentum positif untuk mencapai kesepakatan stimulus, dan jika ada indikasi penundaan, emas akan mundur," kata Jeffrey Sica, pendiri dari Circle Squared Alternative Investments.

"Setelah stimulus disetujui secara keseluruhan, saya mengantisipasi emas akan reli secara substansial karena ini adalah paket stimulus besar-besaran."

Logam mulia masih naik sekitar 2,2 persen untuk minggu ini dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan ketiga berturut-turut.

Janji Federal Reserve AS untuk terus mengalirkan uang tunai ke pasar keuangan dan menjaga suku bunga rendah sampai pemulihan ekonomi AS aman, mendorong emas mencapai puncaknya sejak 16 November pada Kamis (17/12/2020).

"Fokus utama adalah ekspektasi bahwa kami akan mendapatkan kesepakatan stimulus," kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA.

"The Fed akan tetap akomodatif, dan Kongres akhirnya akan memberikan beberapa stimulus, dan lintasan virus saat ini akan menjamin lebih banyak stimulus setelah pemerintahan Biden mengambil alih."

Indeks dolar rebound dari terendah lebih dari dua tahun, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Logam mulia lainnya untuk pengiriman Maret turun 14,8 sen atau 0,57 persen menjadi ditutup pada 26,033 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari berkurang 7,0 dolar AS atau 0,67 persen menjadi menetap di 1.043,10 dolar AS per ounce. (Atr)

Editor: Redaksi
Komentar

Tampilkan

Terkini