-->

MGID

Iklan

PENDIDIKAN

Naas! Pengusaha Tambak Teguh Diduga Dianiaya Preman,Kuasa Hukum Laporkan Kepada Polsek Pemanukan

Redaksi
Rabu, 04 November 2020, 12.23.00 WIB Last Updated 2020-11-04T10:41:45Z
masukkan script iklan disini

Kuasa Hukum Laporkan Perkara Diduga Penganiayaan Terhadap Pengusaha Tambak Teguh,(Foto: Anggie)


PAMANUKAN| Terjadi lagi aksi premanisme yang sekarang ini benar benar menjadi PR untuk Aparat Kepolisian agar menindak tegas aksi premanisme.Kejadian na'as yang dialami pengusaha Tambak Teguh "Sri Rahayu" terjadi di Jl.Sukasari KM 04 Pamanukan Jawa Barat, Minggu (01/11/2020).

Teguh (korban) kebetulan mempunyai adik yang status pekerjaan seorang lawyer atau advocat Reqi Endar Wijanarko,SH. Sekaligus sebagai kuasa Hukumnya, Minggu sore (01/11/2020) mendatangi Polsek Pamanukan Jl. Sukasari Pamanukan Jawa Barat guna pelaporan adanya penganiayaan .


Reqi sangat geram kepada ER (inisial) dan dua orang lagi yang diduga pelaku penganiayaan terhadap Kakaknya Teguh.

"Pelaku pengeroyokan atau penganiayaan ini harus kena pasal yang menjerat tersangka penyerang Teguh adalah Pasal 170 KUHP subsider Pasal 351 ayat 2 KUHP. menyebut tersangka terancam hukuman 5 tahun penjara". ujar Reqi selaku Kuasa Hukum korban ketika di konfirmasi oleh awak media

Pasal 170 KUHP berbunyi:
(1) Barang siapa dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.
(2) Yang bersalah diancam:
1. dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun, jika ia dengan sengaja menghancurkan barang atau jika kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka;
2. dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun, jika kekerasan mengakibatkan luka berat;
3. dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun, jika kekerasan mengakibatkan maut.

Sementara, pasal 351 ayat 2 KUHP berbunyi:
Jika perbuatan mengakibatkan luka-luka berat, yang bersalah diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

Reqi menyebut putusan hukuman kepada tersangka diserahkan sepenuhnya kepada hakim di pengadilan tentunya dengan melalui penyidikan yang dilakukan oleh Polisi Sektor ( Polsek ) pamanukan Kompol Dadang Cahyadiawan.

Sebelumnya, Korban hanya ingin melerai Mawar (nama samaran) bertengkar mulut dengan Melati (nama samaran),dimana Mawar sembari menyiram cairan ke Melati. Tiba-tiba datang ER dengan teriak teriak yang kata katanya tidak jelas bersama dua temannya melakukan penyerangan dengan cara menonjok bagian kepala dua kali sambil mengancam akan dibunuh.


Tersangka berinisial ER akan dipanggil Polsek Pamanukan. Ketiganya akan menjalani pemeriksaan intensif terkait penyerangan tersebut.

"Tentunya juga nanti masih melalui proses-proses penyidikan yang lain nanti penyidik akan segera menyelesaikan dari pada kasus ini," tutur Kompol Dadang Cahyadiawan selaku Kapolsek Pamanukan.

Saat berita dinaikan proses penangan masih berlanjut oleh Polsek Pemanukan .

Jurnalis: Eristo-Anggie
Editor: Redaksi
Komentar

Tampilkan

Terkini