Iklan

PENDIDIKAN

DPC Persatuan Guru Seluruh Indonesia Bogor Raya Resmi di Kukuhkan,Anto Puratawan,S.pd: Sesuatu Yang Hebat Akan Ada Jika Ada Kekuatan Besar Dari Hasil Kerjasama

Redaksi
Minggu, 15 November 2020, Minggu, November 15, 2020 WIB Last Updated 2020-12-08T12:16:07Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Pengurus DPC-PGSI Bogor Raya,(Foto.Portaltujuh.net/Red)


BOGOR - Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Guru Seluruh Indonesia (DPC-PGSI) Bogor Raya melaksanankan silaturahmi sekaligus pengukuhan struktur organisasi yang di selenggarakan di SMK Galileo Sentul Kabupaten Bogor,Minggu 15/11/2020

Kurnia Rosanawati, S.Pd bersama Misda Helyawati, S.Ag sebagai perwakilan dari Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Guru Seluruh Indonesia (DPP-PGSI) sekaligus meresmikan pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Guru Seluruh Indonesia (DPC-PGSI) Bogor Raya.


DPC PGSI Bogor Raya resmi di Kukuhkan dengan setruktur Organisasi sebagai berikut:

Pembina:
1. Misda Helyawati, S.Ag
2. Kurnia Rosanawati, S.Pd

Penasihat:
1. Tukiranto,S.Pd
2. Nimin

Ketum DPC-PGSI Bogor Raya: Anto Putrawan, S.Pd

Ketua 1 Sub. Bid SMA/SMK/MA: Lekap Harya Susanto, S.Sos

Ketua 2 Sub. Bid MTS/SMP: Heri Suprayogi

Ketua 3 Sub. Bid MI/SD: Irsa Yudistira,S.Pdi

Ketua 4 Sub. Bid PAUD/TK/RA: Asep Indra Seftia Purwana, S.Pd

Sekretaris: Media Pratama, SE

Bendahara: Dewi Susilawati, S.Pd

Departemen Organisasi &
Kerjasama antar Lembaga:
1. Deni Hendarto, ST. M.Si (Ketua)

Departemen Informasi & Komunikasi:
1. Efri yano (Ketua)

Departemen Penelitian & Pengembangan:
1. M. Yunarto, ST (Ketua)
2. Herdi Yunianto, M.Pd

Departemen Perlindungan Hukum & Advokasi:
1. Rohmat Selamat, SH, M.Kn

Departeman Kesejahteraan:
1. Runiarti.SE
2. Amalia Hidayati.S.Pd

Departemen Sumber Daya Manusia:
1. Mamin Sugianto.MM.Pd
2. Solhanisa Tahari.S.Pd

Visi, Misi dan Tujuan:
A. Visi Terwujudnya guru profesional yang demokratis, berkeadilan dan menjunjung tinggi hak asasi manusia

B. Misi -Misi PGSI
1. Meningkatkan Profesionalitas dan kesejahtraan guru

2. Mengemban ilmu pengetahuan dan teknologi, sikap inovatif, kreatif dan transformatif

3. Mengupayakan bantuan sosial kemanusiaan

C. Tujuan PGSI 
1. Memperjuangkan hak-hak guru

2. Memberikan Advokasi dan perlindungan kepada anggota 

3. Meningkatkan profesionalisme guru

4. Meningkatkan peran serta guru dalam setiap pengambilan kebijakan pendidikan mulai dari tingkat satuan pendidikan sampai tingkat Nasional

5. Mempertahankan empat pilar kebangsaan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika

Anto Putrawan,S.pd sebagai Ketua Umum DPC-PGSI Bogor Raya dalam kata sambutannya mengatakan,"Menjalani profesi sebagai guru memang luar biasa rasanya. Terlalu sulit untuk diceritakan, terutama bagi guru honor dan guru swasta. Banyak sekali kisah yang ditemui pada setiap detiknya. Tapi yang pasti tugas sebagai juru akhlak, sikap, pengetahuan dan keterampilan.

"Generasi penerus adalah tanggungjawab utama yang wajib dilaksanakan, kalau bicara masalah hak dan kewajiban, saya yakin masih ribuan guru honor dan swasta yang mengalami kesenjangan antar keduanya, belum lagi tidak adanya jaminan apa-apa untuk masa yang akan datang,"Tuturnya

Semenjak guru honor dan guru swasta ada yang terdengar, terbaca oleh semua orang adalah kalimat : 
1. Guru Adalah Pahlawan Tanpa Jasa

2. Guru Harus Bekerja Ikhlas Selanjutnya Menerima Hak Seikhlasnya Juga

3. Guru Itu Tidak Perlu Berhitung Besarnya Hak Yang di dapatkan, Biarpun Kecil Yang Penting Barokah.

"Puluhan tahun kalimat ini beredar di mana-mana, bahkan anak kecil yang belum bisa nulis pun tahu. Hebatnya hingga saat ini kita masih saja terbelenggu oleh rangkaian kata tersebut.

Lebih lanjut Anto mengatakan,"Entah apa dan bagaimana makna kata tersebut begitu melekat pada setiap jiwa para guru hingga sangat jarang yang teriak karena ketidak seimbangan hak dan kewajiban mereka,"Semua Terlihat Begitu Indah Saja". Jika diperhatikan, kalimat di atas biasa saja tidak mirip sama sekali dengan kalimat Mantra atau Do'a, tapi ya itu tadi rerata guru tak mampu untuk sekedar beranjak keluar dari kungkungannya. Seolah terkena Sindrom, Hipnotis atau sejenisnya.

"Akankah kita sebagai guru selamanya bertahan dalam rangkulan 3 kalimat tersebut ?

"Apa yang akan menjadi masa depan para guru honor dan swasta dengan hidup dan bekerja tarpaku pada kalimat tersebut ?

"Saya pikir sudah saatnya kita mulai sadar dan berpikir untuk lepas dari kalimat-kalimat tersebut yang sudah sekian lama seolah mendoktrin kita. Atau bahkan kita mulai bertindak untuk segera lepas dari doktrin itu.

"Tidak ada hal hebat yang di hasilkan sendiri,karena sesuatu yang hebat hanya akan ada jika ada kekuatan besar dari hasil kerjasama,"Tegas Anto Putrawan,S.pd









Editor: Redaksi




















Komentar

Tampilkan

Terkini