-->

MGID

Iklan

PENDIDIKAN

Proyek Kontruksi Sarang Laba-Laba Diduga Bermasalah, Ruhiyat Sujana: Ini gunakan Uang rakyat Bukan Uang Perusahaan Anda

Redaksi
Selasa, 08 September 2020, 06.41.00 WIB Last Updated 2020-09-08T17:37:41Z
masukkan script iklan disini

Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor Sidak Pembangunan Kontruksi Sarang Laba-Laba di RSUD Leuwiliang, Senin, (07/09/2020).

PORTALTUJUH.NET
BOGOR - Mendengar informasi dari beberapa pihak sekaligus masyarakat adanya di duga kejanggalan proyek pembangunan di RSUD Leuwiliang, tentang adanya perubahan menurut Pagu anggaran dari Kontruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) menjadi tiang pancang. Komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor mengadakan inpeksi mendadak ( sidak ) kelokasi pembangunan di RSUD Leuwiliang, Senin, (07/09/2020).

Terlihat, turun dalam sidak tersebut Ridwan Muhibi (FG) dan Ruhiyat Sujana (FD), setelah melihat-lihat pekerjaan, mereka menemukan kebenaran informasi yang di dapat.

Sempat adu mulut antara anggota dewan dengan pihak petugas keamanan proyek, karna kedatangan anggota dewan tidak diperkenankan, merasa dihalang-halangi dalam sidak tersebut, Ruhiyat sujana (FD) mempertanyakan SOP dan aturan mengapa anggota dewan tidak dperkenankan masuk. "Ini sudah peraturan, kalau ada tamu harus ada rekomendasi dari Rumah Sakit dan didampingi oleh pihak pelaksana proyek,"tegas Dedi petugas keamanan proyek. 

Selang keributan berlangsung, Haris manager pelaksana pembangunan gedung datang menghampiri kedua anggota Dewan tersebut. Ruhiyat sujana mempertegas bahwa setiap pekerjaan harus sesuai dengan SOP agar tidak ada miss komunikasi antara pelaksana maupun dengan pihak lain, serta pertanyakan progres pekerjaan pembangunan gedung RSUD.


"Mengapa pelaksanaannya Kontruksi Sarang Laba-Laba diubah menjadi tiang pancang, ini anggran menggunakan uang rakyat loch, bukan uang perusahaan anda, jadi harus sesuai dengan apa yang di tuangkan dalam pagu anggaran,"tegas Ruhiyat Sujana yang akrab di sapa Kang RS.

Sementara itu, Haris menjelaskan bahwa progres pekerjaan sudah mencapai 25% selama 80 hari kerja. "Jadi begini pak dalam peta wilayah, daerah Leuwiliang kan termasuk daerah rawan gempa, jadi kami melakukan rapat dengan beberapa pihak, baik pelaksana maupun Rumah Sakit dan PPK, maka hasil rapat menganjurkan untuk membuat pondasi tiang pancang dan itu sudah melalui kajian Prof Paulus seorang ahli dari Bandung, maka dari dasar itu lah kami membangun pondasi tiang pancang,"jawab Haris Manager Pelaksana Pembangunan.

Sementara itu, Ridwan Muhibi (FG) biasa disapa Kang Bibih mempertanyakan surat pengajuan perubahan ke Dinas Perencanaan. "Dan kalaupun ada rapat, itu harus ada persetujuan dari pihak Pejabat pembuat komitmen dalam hal itu pihak RSUD Leuwiliang, Pengguna Anggaran dalam hal ini Kadinkes Kabupaten Bogor serta Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam hal ini Wadir RSUD yang pada saat itu dr. Zen, bahkan saat dikomfirmasi dr zein tidak pernah ada rapat apapun, jadi jika ada perubahan minimal harus ada rapat melibatkan beberapa pihak yang disebutkan diatas,"tegas Bibih.

Atas pertanyaan tersebut, Manager Pelaksana (Haris) menjelaskan pihaknya sedang mengajukan dan pengajuan itu sedang dalam proses.

Kepada awak media, Bibih mengatakan dari penjelasan Manager Pelaksana bahwa pengajuannya perubahan baru diajukan, "mengapa pelaksana pembangunan melaksanakan perubahan, bukankah pengajuannya itu belum tentu disetujui, sebab pada saat penganggaran sudah sesuai kajian konsultan, masa konsultannya gak mimikirkan hal itu,"tegas Bibih.

"Dalam proses pengajuan perubahan dari Kontruksi Sarang Laba-Laba menjadi tiang pancang itu tidak mudah. Harus ada perubahan anggaran, kalau dari pondasi ada perubahan anggaran maka akan berdampak juga kepada yang lain lain, kalau sudah begitu berarti harus ada lelang ulang kembali, dan ini malah jadi rancuh,"tandas bibih.

Lebih lanjut Bibih menjelaskan atas Sidak yang dilakukan, karna Dinkes dan RSUD ini leading sector Komisi 4, serta yang menganggarkannya. Komisi 4 melihat secara utuh penggunaan anggarannya, Control Budgeting atau pengawasannya. "Guna memperdalam adanya perubahan Kontruksi, Komisi 4 akan melibatkan Komisi 3 dalam Kontruksi karna itu domainnya Komisi 3 tentang Kontruksi,"pungkasnya.

Mengutip dari salah satu sumber berita media Online (Bogorupdate), Direktur Utama (Dirut) RSUD Leuwiliang Dr. Hesti Iswandari mengungkapkan jika perubahan Kontruksi Pondasi Gedung RSUD Leuwiliang sudah dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

Sumber: DP
Editor: Redaksi






 
Komentar

Tampilkan

Terkini