Iklan

PENDIDIKAN

Profil Pendidikan Anto Putrawan.S.Pd,Tekuni Profesi Guru,Jurnalis, Hingga Aktivis

Redaksi
Selasa, 22 September 2020, Selasa, September 22, 2020 WIB Last Updated 2020-09-24T19:40:55Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Anto Putrawan.S.Pd (Dok.Portaltujuh.net)


PORTALTUJUH.NET
Adalah Anto begitu sapaan yang biasa disebut untuk memanggil beliau. Seorang yang sulit untuk disebut jenis pekerjaannya. Karna memang banyak jenis perkerjaan yang beiau tekuni diantaranya Jurnalis, aktivis, guru. Nama lengkapnya yakni Anto Putrawan.S.Pd. Pria kelahiran Desa Air Umban Kecamatan Pino Kebupaten Bengkulu Selatan Provinsi Bengkulu tepatnya pada tangga 22 Desember 1983. 

Anto Putrawan.S.Pd kecil memulai pendidikannya di SDN Negri 10 Manna Bengkulu selatan hingga kelas 4. Selanjutnya beliau pindah sekolah ke SDN Air Umban karna alasan ikut orangtuanya pindah. Beliau menamatkan pendidikan dasarnnya pada tahun 1996. Semasa menempuh sekolah dasar,Anto kecil telah memperlihatkan jati dirinya dengan menduduki peringkat kelas. Adalah Ibu Han dan Pak Bus guru SD yang sangat beliau ingat hingga sekarang.

Setelah menempuh pendidikan dasarnya, Anto melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama. Adalah SMPN 2 Pino di masa itu pilihannya. Alasan memilih sekolah tersebut selain karna merupakan salah satu sekolah menengah pertama favorit,jarak sekolah itu adalah yang terdekat dari rumah. Yakni sekitar 5 km yang harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 3 tahun pendidikan.

Medan jalan berlumpur dan tanjakan terjal merupakan jalur yang akan ditempuh. Di SMPN 2 Pino ini,Anto juga masih mampu mempertahankan prestasinya dengan masih menduduki peringkat di kelasnya. Disenut juga guru bernama Pak Amin dan Ibu Sarna adalah guru yang paling beliau ingat semasa sekolah menengah pertamanya.

Di usia 16 Tahun, Anto melanjutkan sekolah ke sekolah menengah umum. Ini adalah awal beliau menjalani hidup di lingkungan perkotaan. Kota Manna,dimana Anto melanjutkan pendidikan. SMUN 3 Manna Bengkulu Selatan yang beliau pilih.

Alasannnya tentu saja sama dengan alasan beliau memilih sekolah di masa SMP nya yakni selain karna SMUN 3 Manna adalah salah satu sekolah favorit,sekolah tersebut juga tidak terlalu jauh dengan kediaman “WAK” (panggilan pada kakak dari Bapak) yang menjadi tempat tumpangan tempat tinggal.

Jarak sekitar 3 km ke sekolah adalah sangat dekat pada waktu itu untuk ditempuh jalan kaki seperti biasa. Selama 3 tahun menjalani pendidikan di SMUN 3 Manna, Anto semakin menjadi. Beliau semakin mengembangkan hubungan baik dengan semua kalangan. Prestasi di sekolah pun tidak luput dari genggamannya.

Alhasil pada tahun 2002 beliau menamatkan pendidikannya dengan point nilai yang sangat baik. Jalur seleksi masuk perguruan tinggi tanpa tes terbuka lebar saat itu untuk siswa berprestasi seperti beliau. Tapi apalah daya tangan tak sampai untuk memeluk gunung, mungkin itulah pribahasa yang paling tepat saat itu. Impian untuk kuliah ditempat jauh terhalang oleh kondisi ekonomi orang tua yang sangat tidak memadai. 

Kondisi ekonomi orang tua yang tidak mendukung adalah hal yang hampir mustahil untuk ditangani oleh seorang pemuda tamatan SMU seperti Anto. Namun hal itu tidak membuat beliau patah arang begitu saja. Berbekal uang 50.000 rupiah dari Bapaknya,Anto merencanakan akan tetap melanjutkan pendidikannya. Percaya dengan niat baik akan diberi jalan oleh Tuhan,adalah pola pikir yang menjadi pegangan saat itu.

Benar saja,Anto dipertemukan dengan Heri salah satu siswa di sekolah yang sama pada saat SMU. Jalan untuk melanjutkan kuliah mulai terbuka. Anto ikut jejak temannya tersebut. Singkat cerita Anto menjelma menjadi mahasiswa. Fakultas ilmu Keguruan dan ilmu pendidikan. Jurusan Bahasa dan sastra Indonesia program studi Bahasa dan sastra Indonesia Universitas Bengkulu. 

Sepanjang menjalani pendidikan di Universitas,Anto termasuk mahasiswa yang aktif berorganisasi dan mulai menjadi aktivis. Kegiatan sastra yang perlahan menajdi hobbi juga tidak luput untuk ditekuni. Menjadi pengurus dan ketua divisi di organisasi mahasiswa seringkali dilakoni. Anto juga sempat menulis novel berjudul “Ketika Awan Menjadi Hujan” semasa kuliahnya. Tepat pada tahun 2006,Anto mendapatkan gelar sarjana yang menjadi dambaan semua orang. Anto yang dulu hanya laki-laki desa dari keluarga sederhana sekarang berhasil menambah 3 hurup di belakang namanya yakni menjadi Anto Putrawan.S.Pd.

Hak Cipta: Anto Putrawan.S.Pd
Editor: Redaksi
Komentar

Tampilkan

Terkini