-->

MGID

Iklan

PENDIDIKAN

Diduga Mantan Kolektor Pajak PBB Gelapkan Pembayaran Warga Desa Karehkel Tahun 2017-2018

Redaksi
Kamis, 17 September 2020, 08.01.00 WIB Last Updated 2020-09-17T01:01:01Z
masukkan script iklan disini

(Dok.Portaltujuh.net)


PORTALTUJUH.NET
BOGOR-Uang Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan warga masyarakat Desa Karehkel tahun 2017, 2018 diduga digelapkan oleh oknum mantan kolektor pajak Desa Karehkel Misja. Hal ini terungkap ketika salah seorang warga kampung Sengkol Rt.001/011 Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, inisial Acih kaget dan pusing setelah melihat Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) tahun 2020 timbul tagihan pajak tahun 2017 dan 2018.


"Saya kaget dan pusing minta ampun. Kok yang tahun 2019 sudah lunas atau terbayar, sedangkan 2017 dan 2018 muncul lagi tagihan, padahal setiap tahun ada tagihan pajak datang saya langsung membayarnya, yang waktu itu petugasnya Pak Misja, saya taat bayar pajak, tak pernah nunggak satu tahunpun dari jaman bayar 2500 sampai sekarang,"kata Acih (60) kepada awak media tak jauh dari rumahnya, Rabu, (16/09/2020).


Untuk menutupi, membayar tagihan wajib pajak, Acih harus meminjam ketetangga rumahnya. "Terpaksa saya pinjam ke bu upuh, untuk bayar pajak dari 2017, 2018 dan 2020 sebesar 664 ribu rupiah. Padahal saya sudah bayar ke Pak Misja, lihat sendiri suratnya, pak misja hanya mengambil struk yang kecil, merobek kertas yang paling bawah di SPPT, katanya ini sebagai bukti kalau saya sudah membayar pajak,"kata Acih sambil memperlihatkan SPPT.


Masih menurutnya, setelah dikasih tagihan pajak oleh petugah tagih yang baru (Juned-red), dirinya langsung datang kerumah Misja mempertanyakan kemana uang pajak dari tahun 2017 dan 2018 yang sudah dibayarnya, "dia (Misja-red) hanya menjawab sudah keluar dan tidak bertugas lagi jadi petugas tagih pajak, dan disuruh mempertanyakan ke Pak Darip dan begitu sebaliknya, jadi saya seperti di pimpong,"keluhnya.


Hal yang sama dialami Iyang (50) warga Kampung Bolang Desa Karehkel, timbul lagi tagihan pajak tahun 2017 dan 2018. "Kemanakan itu uang, padahal saya selalu bayar ke Pak Misja, uang untuk bayar pajak saya patungan dengan ke enam sodara saya, tapi ini muncul lagi tagihan pas saya mau bayar pajak tahun 2020,"tanya Iyang saat bertemu di Kampung Sengkol sambil memperlihatkan SPPT.

Junaedi dan Bambang Ketua kampung Sengkol Rt.001/011 Desa Karehkel Kecamatan Leuwiliang (Dok.Portaltujuh.net)


Terpisah, Junaedi Ketua Rw. 01 yang juga sebagai petugas tagih pajak yang baru saat ditemui dirumahnya mengatakan atas kejadian ini dirinya yang mendapat imbasnya, "bahkan saya dimaki-maki oleh warga masyarakat, karena mereka sudah membayar pajak tahun 2017 sampai 2019, itukan bukan tanggung jawab saya karna saya baru di 2020 tapi ke Pak Misja penagih pajak yang dulu,"kata Junaedi.


"Ya harus segera dibereskan dan dituntaskan, sampai kemana pertanggung jawaban oleh sipenagih pajak yang di tahun 2017 sampai 2019 yang penuh masalah dengan SPPT yang terbayarkan dari masyarakat ternyata timbul lagi tagihan di 2020. Karena sipenagihnya masih berdomisili diwilayah karehkel, saya arahkan langsung datang kerumah si penagih yang dulu (Misja-red),"tegas Junaedi.


Saat ditemui ruang kerjanya, Kades Karehkel Odi Marwan menyampaikan agar permasalahan diselesaikan secara kekeluargaan. "Tanyakan dulu ke si penagihnya (Misja-red), kenapa ini muncul lagi-muncul lagi. Selesaikan secara kekeluargaan, karna semua warga saya, tapi harus ada pertanggung jawaban, kembali lagi ke masyarakat yang dirugikan penyelesaiannya seperti apa,"tegas Odi Marwan.


Selanjutnya, awak media mencoba menemui Misja dirumahnya, namun hanya Umas istri Misja yang menemui. "Bapaknya tidak ada dirumah lagi ke Kampung Parung Singa, mungkin habis magrib bapak pulang."kata Umas. 

Sumber: DP
Editor: Redaksi
Komentar

Tampilkan

Terkini